
Mengapa hilirisasi di Lampung
Nilai sektor primer Lampung mencapai Rp165,31 triliun, namun 54,4% masih dijual sebagai komoditas mentah. Setiap komoditas yang belum diolah di daerah — kopi, kakao, jagung, lada, ternak, perikanan — adalah peluang bagi industri pengolahan, pengemasan, dan ekspor. Limbah pertanian juga membuka peluang baru: biochar.
- Rp89,99 triliun komoditas primer masih belum diolah (54,4%)
- Industri makanan & minuman sudah 16,14% PDRB, 80% bahan baku lokal
- Potensi biochar dari limbah padi, jagung, sawit, kelapa, singkong, dan kakao
- Kawasan Industri Katibung berbasis migas dan petrokimia (300 Ha)
Komoditas utama
| Komoditas | Produksi | Luas (Ha) | Nilai ekonomi | Peringkat nasional |
|---|---|---|---|---|
| Kopi Robusta Robusta Coffee | 127.578 ton | 152.527 | Rp6,69 T | #4 |
| Kakao Cacao | 49.109 ton | 76.262 | Rp4,36 T | #5 |
| Jagung Corn | 1.703.725 ton | 194.488 | Rp10,25 T | #5 |
| Lada Pepper | 14.615 ton | 44.386 | Rp1,46 T | #1 |
| Kelapa Coconut | 86.655 ton | 90.705 | Rp2 T | #11 |
Sumber: FOILA 2026 hal. 10 (potensi pertanian), hal. 18 (udang), hal. 26 (bahan baku bioetanol, 2024)
Sentra produksi
Kabupaten penghasil terbesar (ton). Sumber: Disperindag 2026 via FOILA 2026 hal. 11–18.
Kopi Robusta
Kakao
Jagung
Lada
Kelapa
Kopi Robusta: peluang investasi
- Perluasan perkebunan kopi
- Hilirisasi (industri pengolahan, gerai/kedai kopi)
- Ekspor ke pasar internasional
- Agrowisata kopi dan edufarm
- Teknologi budidaya kopi
Kakao: peluang investasi
- Budidaya dan pengembangan kebun kakao
- Hilirisasi (industri pengolahan cokelat)
- Agrowisata kakao dan edufarm
- Pengembangan teknologi budidaya kakao
- Akses pasar ekspor dan branding kakao premium
- Kemitraan dan agroforestri
Jagung: peluang investasi
- Industri pangan berbasis jagung (hilir)
- Bahan baku industri berbasis jagung
- Industri pakan ternak
- Industri distilasi & fermentasi
- Teknologi budidaya jagung
- Pengembangan budidaya jagung
Lada: peluang investasi
- Perluasan dan rehabilitasi kebun lada skala besar
- Hilirisasi (industri pengolahan lada)
- Ekspor dan akses ke pasar global
- Agrowisata lada dan edufarm
- Teknologi budidaya dan pascapanen lada
- Pengembangan varietas unggul lada
Kelapa: peluang investasi
- Perluasan kebun dan produksi kelapa skala besar
- Hilirisasi (industri pengolahan kelapa)
- Pengembangan teknologi budidaya kelapa
- Ekspor dan akses pasar global
- Pengembangan varietas khusus kelapa dan komoditas turunannya
Nilai primer per komoditas: diolah vs belum diolahEstimasi
Rp triliun — angka estimasi menurut catatan kaki sumber
Biochar dari limbah pertanian
Limbah padi
Sekam dan jerami padi
Limbah jagung
Tongkol dan batang jagung
Limbah perkebunan
Tempurung kelapa dan tandan kosong kelapa sawit
Limbah kayu
Serbuk gergaji, ranting, dan potongan kayu
Limbah tanaman
Batang singkong, kulit kopi, bambu
Limbah lainnya
Kulit buah kakao, ampas tebu
Perusahaan yang sudah beroperasi
Sumber: logo perusahaan di FOILA 2026 hal. 11–18 (Disperindag 2026)
Tertarik dengan sektor hilirisasi?
Investor Desk kami membantu kunjungan lapangan, permintaan data, perizinan, dan perkenalan dengan mitra lokal — tanpa biaya.


