
Gerbang Sumatera
Lampung sebagai provinsi strategis di ujung selatan Pulau Sumatera, yang diberkahi kekayaan alam di daratan dan di lautan.
Lokasi strategis
Lampung memiliki keunggulan sebagai simpul logistik atau poros maritim internasional.
Lampung merupakan bagian dari Sistem Pendukung Logistik Global yang secara strategis menghubungkan Samudra Hindia, Laut China Selatan, dan kawasan Asia-Pasifik. Jalur ini memperlancar arus perdagangan internasional antara Asia-Pasifik, Eropa, dan Amerika.
Waktu tempuh
| Rute | Moda | Jarak | Waktu |
|---|---|---|---|
| Bandar Lampung → Pelabuhan Bakauheni | darat | 96,5 km | 50 menit |
| Pelabuhan Bakauheni → Pelabuhan Merak | kapal feri | 27 km | 60 menit |
| Pelabuhan Merak → Jakarta | darat | 109,97 km | 110 menit |
| Bandar Lampung (TKG, Radin Inten II) → Jakarta (CGK) | udara | 190 km | 45 menit |
Sumber: FOILA 2026 hal. 4
Infrastruktur & konektivitas
Pelabuhan, bandara, jalan tol, dan kereta barang sudah tersedia — dengan kapasitas yang masih longgar.
Koneksi Kereta Api Pelabuhan
Jalur angkutan barang yang menangani 28 juta ton kargo (hingga 45 juta ton)
Peluang investasi: jalur ganda kereta api Prabumulih–Tegineneng (Rp37 triliun)
Sumber: FOILA 2026 hal. 5
Bandara Radin Inten II
Bertransformasi menjadi Aerocity (45 menit Lampung–Jakarta)
Melayani 8.846 pergerakan pesawat, lebih dari 1 juta penumpang, dan 1,45 juta unit kargo (per Oktober 2026). Operator: Angkasa Pura II
Sumber: FOILA 2026 hal. 5
Pelabuhan Panjang
Gerbang Sumatera menuju perdagangan maritim global
Kapasitas total 560.000 TEUs; utilisasi saat ini baru 128.000 TEUs (23%)
Sumber: FOILA 2026 hal. 5
Jalan Tol Trans Sumatera
Ruas sepanjang 252 km yang menghubungkan Sumatera
Sumber: FOILA 2026 hal. 5
Pelabuhan Bakauheni
Penyeberangan Bakauheni–Merak 60 menit (27 km)
Sumber: FOILA 2026 hal. 4
ALKI-I (Alur Laut Kepulauan Indonesia I)
Lampung berada di ALKI-I — simpul logistik / poros maritim internasional
Bagian dari Sistem Pendukung Logistik Global yang menghubungkan Samudra Hindia, Laut China Selatan, dan Asia-Pasifik; memperlancar arus perdagangan Asia-Pasifik, Eropa, dan Amerika.
Sumber: FOILA 2026 hal. 7
Pelabuhan Lampung Timur
Untuk meningkatkan infrastruktur maritim dan perekonomian
Sumber: FOILA 2026 hal. 27
Sekilas ekonomi
Perekonomian Lampung masih terutama digerakkan oleh sektor pertanian. Kami bertekad mentransformasi pertanian menjadi sektor yang menghasilkan nilai tambah lebih besar bagi petani, pelaku usaha, dan masyarakat perdesaan.
Pertumbuhan ekonomi per provinsi, Triwulan II 2026
% year-on-year — Lampung disorot
Struktur ekonomi 2025
PDRB atas dasar harga berlaku, Rp triliun
Lapangan usaha terbesar (porsi PDRB)
| Sektor | Triwulan I 2026 | Triwulan II 2026 |
|---|---|---|
| Pertanian | 25,58% | 28,35% |
| Industri | 18,97% | 18,56% |
| Perdagangan | 15,03% | 14,27% |
Sumber: FOILA 2026 hal. 8
Produsen 5 besar nasional
Lampung masuk 5 besar nasional untuk 10 komoditas pertanian dan peternakan.
Singkong
7.523.296 ton
nilai ekonomi Rp10,16 T
Nanas
698.902 ton
nilai ekonomi Rp6,29 T
Lada
14.615 ton
nilai ekonomi Rp1,46 T
Pisang
2.001.364 ton
nilai ekonomi Rp30,02 T
Tebu
724.068 ton
nilai ekonomi Rp12,6 T
Kambing
1.973.245 ekor
nilai ekonomi Rp4,92 T
Kopi Robusta
127.578 ton
nilai ekonomi Rp6,69 T
Sapi Potong
905.322 ekor
nilai ekonomi Rp19,91 T
Jagung
1.703.725 ton
nilai ekonomi Rp10,25 T
Kakao
49.109 ton
nilai ekonomi Rp4,36 T
Sumber: BPS, kementerian & dinas provinsi 2026, via FOILA 2026 hal. 10
Momentum pasar
Daya beli rumah tangga dan pembentukan usaha baru terus meningkat.
Siap menjajaki Lampung?
Investor Desk kami membantu kunjungan lapangan, permintaan data, perizinan, dan perkenalan dengan mitra lokal — tanpa biaya.